Indonesian Stories

Lanterns over the Town Square

Advanced

Menjelang senja, alun-alun yang biasanya lengang berubah jadi lautan cahaya; Sekaten kembali menggelar pesta rakyat, dan kami tak mau ketinggalan.

Aroma sate yang dipayungi asap tipis berkelindan dengan wangi jenang gula jawa, membuat perut meronta sebelum sempat tawar-menawar.

Aku datang bersama Bu De Sulastri yang hafal betul seluk-beluk lapak, sementara aku cuma mengikuti arus, menambatkan pandang ke bianglala yang berputar malas.

Di sela riuh gamelan yang ditabuh di panggung kecil, Bu De berbisik, "Kalau mau lupisnya Mbah Rono, jangan sampai kehabisan—antreannya mengular."

Kami menyusup di antara pengunjung yang berjejal, sekali-kali disergap penjual mainan yang lihai merayu dengan cahaya lampu tembak-tembakan.

Alih-alih langsung ke lapak lupis, langkah terhenti di depan pertunjukan wayang orang; dalang melontarkan guyon cerdas yang bikin tawa meledak, sekaligus menyentil sopan.

Rasanya waktu menguap begitu saja, dan ketika sadar, antrean di lapak Mbah Rono sudah mengular sampai dekat pagar komidi putar.

Bu De menghela napas, lalu menatapku dengan senyum setengah geli: "Ya sudah, sabar itu separo rasa manis—kita tunggu."

Sambil berdiri, kami diajak ngobrol seorang bapak perajin topeng yang mengeluh omzet naik-turun tapi tetap kukuh karena katanya, "warisan keterampilan tangan tak boleh putus."

Begitu tiba giliran, Mbah Rono menaburi lupis hangat dengan kelapa parut dan juruh kental; manisnya tak berlebihan, ada getir halus yang mengingatkan pada masa kecil di kampung.

Perut kenyang, hati lega, namun yang paling membekas justru tatapan bangga para pelapak lokal yang malam itu, kendati lelah, tetap semringah.

Saat pulang, lampion-lampion masih berkedip di belakang punggung; rasanya, kota yang kadang terasa dingin, malam itu memeluk erat warganya.

Comprehension Questions

1. What event was being celebrated at the town square?

2. Who accompanied the narrator to the festival?

3. What food were they trying to buy from a famous vendor?

4. What delayed them before reaching the stall?

5. How did the narrator feel about the city at the end of the night?

Privacy
TOS