Pagi itu hujan baru berhenti.
Air menggenang di selokan depan rumah.
Pak Ari, tetangga sebelah, menggendong bayinya di teras.
Katanya, ia tidak sempat bersih-bersih.
Saya ambil sapu, ember, dan tongkat dari gudang.
Saya bersihkan selokan, Pak Ari pegang kantong sampah.
Daun dan plastik kami angkat pelan-pelan.
Setelah itu, air mulai mengalir lagi.
Pak Ari tersenyum lega dan berterima kasih.
Ia memberi saya segelas teh manis hangat.
Kami duduk sebentar di teras dan mengobrol tentang kampung.
Rasanya enak membantu tetangga; hari jadi lebih ringan.